Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BELAJAR MENULIS

 


Menulis, Satu Jam Selesai

Hari itu, hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 berawal dari sms saya kepada salah seorang penulis dari kabupaten Sumenep. Waktu itu saya sedang melaksanakan tugas sebagai instruktur bimbingan teknis kurikulum 2013 bagi guru sasaran di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Surabaya, Jawa Timur.

Pada hari itu tepat pukul 16.47 WIB saya kirim sms kepada teman saya, seorang penulis sekaligus sebagai guru di SDN Pajagalan II kecamatan Kota Sumenep kabupaten Sumenep yakni Ali Harsojo, M.Pd. Setelah sekian banyak kami saling sms-an via whatsapp, sampailah pada tema bagaimana cara agar guru-guru sekolah dasar khususnya di sekolah saya yakni SDN Kepanjin. Sekitar satu jam komunikasi via whatsapp, tercetuslah ide dari Pak Ali, “Enaknya diadakan workshop menulis satu guru satu karya saja, Pak” ungkapnya. Nah, tanpa berpikir panjang saya langsung mengiyakan idenya.

Pada malam harinya, saya sampaikan keinginan saya itu kepada teman-teman guru melalui grup WA. Alhamdulillah, semua teman-teman guru setuju dan menyambut baik ide tersebut. Keesokan harinya saya minta bantuan kepada OPS (Operator Sekolah) untuk membuatkan undangan dan banner. Tanpa saya komando lagi, OPS dengan sigap melaksanakan tugas seperti yang saya inginkan. Terjadilah komunikasi yang intens antara saya yang sedang bertugas di Surabaya dengan seluruh guru SDN Kepanjin. Banner dikonsep oleh OPS dan setiap ada revisi selalu dikomunikasikan kepada saya.

Pada hari Rabu, tanggal 31 Oktober 2018 dimana pada saat itu di Sumenep sedang euforia dengan hiruk pikuk Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-749 dengan tampilan pakaian adat keraton untuk guru dan pakaian batik untuk siswa, ada kabar yang menggembirakan bagi saya. OPS mengirimkan gambar banner untuk kegiatan workshop menulis satu guru satu karya (Sagusaka). Perasaan saya saat itu bangga sekaligus terharu. Bagaimana tidak, saya yang lagi bertugas menjadi Instruktur Kurikulum di Surabaya ternyata guru-guru di SDN Kepanjin tetap bekerja professional tanpa harus diawasi. Rencana workshop Sagusaka, yang direncanakan untuk dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 4 November 2018 sudah siap 90 persen. Bangga memiliki guru yang professional dan bekerja dengan penuh rasa guyub.

Malam hari tepatnya malam kamis yang merupakan malam terakhir saya melaksanakan tugas di Surabaya, saya mengirimkan pesan WA kepada bendahara sekolah agar disiapkan anggaran untuk pelaksanaan workshop menulis satu guru satu karya menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sempat ada rasa khawatir dari bendahara BOS, “Lho Pak, masak mau dianggarkan dari BOS. Apakah tidak akan bermasalah?” tanyanya. Saya katakan, “Tidak Bu, kita tidak salah menggunakan BOS untuk pelaksanaan workshop tersebut sebab itu terkait dengan peningkatan kompetensi pendidik yang sudah diatur dalam juknis BOS sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018.”

Hari Kamis tanggal 1 November 2018 siang, saya pulang dari Surabaya menuju Sumenep dengan kendaraan travel. Sampai di rumah sekitar pukul 19.00 WIB saya rasakan lelah yang luar biasa. Akhirnya saya putuskan untuk tidur untuk melepaskan lelah. Pagi harinya, hari Jum’at saya upayakan datang pagi ke sekolah untuk melihat langsung persiapan workshop dan menginformasikan cerita selama berada di Surabaya. Sesampainya di sekolah, teman-teman guru menyambut saya dengan sumringah dan penuh kekeluargaan. Seperti biasanya, kami di sekolah setiap hari selalu berguarau dengan guyonan yang segar sehingga tercipta suasana penuh akrab. Tidak boleh ada wajah cemberut guru di SDN Kepanjin. Semua harus akrab dan bersahaja agar senang dalam melaksanakan tugas keseharian. Saya lihat di meja samping meja saya lipatan banner yang sudah selesai. Saya tanyakan ke OPS, ternyata benar itu adalah banner yang akan digunakan saat workshop nanti. Dan tak lama berselang, OPS sudah menyodorkan undangan workshop kepada saya untuk ditandatangani.

Sehari sebelum pelaksanaan workshop, yakni pada hari Sabtu tanggal 3 November 2018 setelah siswa kelas I pulang, tampak penjaga sekolah sedang mempersiapkan tempat workshop. Pengeras suara mulai dicoba, bangku ditata, dan ruangan dibersihkan agar peserta workshop betah dan nyaman mengikuti acara sampai selesai. Setelah semuanya selesai, pada siang hari penjaga sekolah pamit pulang, “Pak, saya pamit pulang dulu ya.” Saya bertanya, “Apakah semuanya sudah selesai, Pak?” “Tinggal banner yang belum terpasang, Pak”, jawabnya. “Kapan bannernya mau dipasang?” lanjut pertanyaan saya kepada penjaga sekolah. “Besok pagi-pagi sekali Pak”, imbuhnya. Akhirnya setelah cek tempat dan ambil gambar, saya pulang bersama penjaga sekolah.

Minggu pagi, saya sampai di sekolah pada pukul 07.20. Acara rencananya akan dimulai pukul 07.30 dengan agenda acara registrasi peserta. Ternyata salah satu narasumber sudah mendahului saya berada di sekolah. Beliau Bu Wida duduk di lantai depan ruang kelas IV. Perlu diketahui bahwa kami mengundang dua narasumber yang tidak diragukan lagi kemampuannya. Beliau adalah Bapak Ali Harsojo, M.Pd guru SDN Pajagalan II kecamatan Kota Sumenep kabupaten Sumenep dan Ibu Widayanti, S.Pd guru SDN Kapedi I kecamatan Bluto kabupaten Sumenep. Para narsumber tersebut merupakan penulis yang bukunya sudah banyak diterbitkan oleh berbagai penerbit. Kemudian saya sapa Bu Wida, “Bu, silahkan menunggu di perpustakaan saja”, kataku. (Catatan Horman 2018)

Moh Salehorman
Moh Salehorman Instruktur Nasional Kurikulum

4 komentar untuk "BELAJAR MENULIS"

Tema atau Template Blogger Terbaik.
Template Blogger Terbaik Rekomendasi