Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebait SMS Cinta

        Pagi cerah bersama deburan ombak, angin semilir menelusup di antara hati seorang pemuda yang terduduk lesu di atas batu karang. Angannya seakan terbang jauh melampaui batas khatulistiwa. Hatinya hancur lebur teringat rangkaian SMS yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Umam begitulah teman-temannya memanggil dia.




       Umam seakan hilang gairah untuk berbicara. Dia terdiam bisu tanpa suara apapun. Hanya tarikan nafasnya yang berirama mengiringi tatapan kosongnya.
        Angannya teringat akan janji kekasihnya yang diucapkan beberapa waktu lalu . “Yang, dihatiku tak ada laki-laki lain selain dirimu. Aku tak pernah mengenal laki-laki selain dirimu“. Kata-kata itu selalu terngiang diantara torehan luka hatinya. Fikirannya seakan tak mengerti akan kejadian yang baru diterimanya. Luka hatinya semakin dalam relung kalbunya.
        Kejadian yang terjadi beberapa hari lalu, ketika dia dan kekasihnya sedang makan di kantin sekolah. Di antara pandangan-pandangan kecil dan sunggingan manis dua remaja yang sedang merajut cinta sejati.
        “Yang, aku titip HP aku mau ke toilet sebentar ya!”, begitulah suara manja kekasihnya yang biasa dia panggil baby.
        Umampun melanjutkan makannya dan terhenti ketika sebuah SMS masuk ke HP kekasihnya. Rasa penasaran menghantui fikirannya, lalu dibukanya SMS itu. Hatinya berdetak kencang ketika dia membaca SMS itu. “Kapan kita bisa jalan-jalan lagi dan makan di tempat romantis kita“. Tenggorokannya seakan tertutup seketika, makanannya tak mau lagi masuk ke mulutnya. Hatinya seakan terhujam oleh belati yang sangat tajam dan panjang. Darah kekecewaan seakan mengalir bagai sungai ditengah hujan.
        Perasaannya yang kacau terhenti ketika kekasihnya sudah berdiri di depannya. Dia segera berdiri dan menyerahkan HP pada kekasihnya. Umam pergi membawa luka hatinya tanpa menghiraukan panggilan kekasihnya. Dia terduduk lesu di pojok taman sekolahnya dengan sejuta hujaman di hatinya.
        Pandangan kosongnya terhenti ketika sesosok yang di kenalnya bersimpuh di hadapannya. Dengan tetesan air mata kekasihnya berkata “Maafkan aku Yang, dia bukan apa-apa bagiku. Dia hanya teman biasa, aku tak punya perasaan apapun padanya. Jangankan cinta, perasaan sukapun aku tiada. Cinta dan sayangku hanya untukmu Yang, cinta yang kamu berikan akan kujaga sepanjang hidupku”. Kata itulah yang keluar dari mulut kekasihnya diiringi air mata yang menggenangi pojok matanya. Umampun diam dan berdiri menuju kelasnya  tanpa menghiraukan kekasihnya yang masih ingin meluapkan perasaan dan menghapus air matanya seiring bunyi bel sekolah.
        Rangkaian kejadian masih terukir jelas dalam fikirannya, deburan ombak seakan memecah kesunyian hati. Terlintas pesan kedua orang tuanya yang dipesankan padanya. “Umam, kamu sudah akan menjalani dunia remaja. Bapak dan ibu pesan, kamu sebentar lagi akan mengenal kata cinta. Akan mengenal sebuah perasaan manusia yang paling dasar dan penuh misteri. Dunia tak akan pernah berputar tanpa adanya cinta. Maka berikanlah cintamu kepada orang yang dapat menjaga cinta itu. Kamu seorang laki-laki dan laki-laki dicinta karena janjinya bukan keadaannya. Janganlah sekali-kali kau menyakiti orang lain dengan cintamu sebab itu akan membuat luka yang dalam dan sulit untuk sembuh. Dan selalu memberikan maaf pada orang lain karena memberi maaf itu sebuah kemulyaan”.
        Perasaan dan pesan kedua orang tuanya bergejolak memperebutkan fikirannya dan segera dia mengambil HP yang ada dalam tas kecilnya. Dan ditulisnya sebuah sms buat kekasihnya. Baby, maafkan aku terlalu emosi ketika melihat sms di HPmu. Aku tak menghiraukan penjelasanmu. Tapi sikapku ini karena aku terlalu dalam luka dan kecewa  yang menusuk hatiku, cinta dan kepercayaan yang aku berikan seakan terkhianati. Tapi dalam hatiku yang paling dalam masih tertanam cinta yang siap tumbuh seiring rasa percayaku padamu. Maafkan aku marilah kita pupuk cinta yang ada agar menjadi sebuah cinta sejati dengan kesetiaan dan pengertian diantara kita. Nanti sore kita bertemu ditempat biasa untuk melanjutkan kisah kita”.
        Dikirimkannya SMS itu bersama angin dan deburan ombak yang mengiringi mentari senja di pantai yang penuh anugerah cinta.

1 komentar untuk "Sebait SMS Cinta"

Tema atau Template Blogger Terbaik.
Template Blogger Terbaik Rekomendasi