Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melestarikan Amar Makruf Nahi Mungkar

 


Salah satu karakter orang bertakwa adalah senantiasa melaksanakan amar makruf nahi mungkar, karena hal tersebut adalah salah satu kewajiban penting dalam Islam.

Allah SWT berfirman:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka melakukan amar makruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (TQS at-Taubah [9]: 71).

Aktifitas amar makruf nahi mungkar inilah yang menjadi pembeda antara umat Islam dengan umat lainnya. Orang-orang Yahudi tidak melarang kemungkaran di antara mereka (QS al-Maaidah [5]: 79). Sementara orang-orang munafik yang malah melakukan amar mungkar nahi makruf (QS at-Taubah [9]: 67).

 
Sungguh, kemuliaan umat Muhammad SAW, salah satu di antaranya karena amar makruf nahi mungkar. Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar dan mengimani Allah (TQS Ali Imran [3]: 110).

Terkait ayat tersebut, Imam Ahmad rahimahulLah meriwayatkan sebuah hadis dari Durrah binti Abu Lahab yang berkata: pernah ada seseorang berdiri menghadap Nabi SAW. Ketika itu Beliau berada di mimbar. Orang itu berkata,

 “Ya Rasulullah, siapakah manusia terbaik? Beliau bersabda, “Manusia terbaik adalah yang paling hafal Al-Qur’an, paling bertakwa kepada Allah, paling giat melakukan amar makruf nahi mungkar dan paling rajin bersilaturahmi di antara mereka.” (HR Ahmad).

Syaikh As-Sa’di rahimahulLah menambahkan, 

“Allah memuji umat ini.  Allah mengabarkan bahwa mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Hal ini karena mereka menyempurnakan diri mereka dengan iman, yang mengharuskan mereka untuk menunaikan semua perintah Allah. Juga karena mereka menyempurnakan orang lain dengan cara amar makruf nahi mungkar, yang di dalamnya terkandung dakwah ke jalan Allah. Mereka bersungguh-sungguh di dalam dakwah tersebut. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan mereka di dalam mengembalikan manusia dari kesesatan dan kesalahan mereka (menuju ke jalan hidayah).” 

(As-Sa’adi, Taysir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan, 1/143).

Banyak orang menyerukan kebaikan, tapi hanya sedikit mencegah kemungkaran. Bahkan ada yang berani meninggalkan nahi mungkar tersebut. Padahal, ini sangat berbahaya. Sebab, meninggalkan amar makruf nahi mungkar berarti mengundang azab Allah.

Inilah yang disabdakan Rasulullah SAW:

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ لَا يُغَيِّرُونَهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابِهِ

Sungguh manusia itu, jika melihat kemungkaran, kemudian mereka tidak mengubah kemungkaran itu (menjadi kemakrufan), dikhawatirkan Allah akan meratakan azab-Nya kepada mereka semuanya (HR Ibn Majah).

Kemungkaran yang dibiarkan akan menjadi virus, menyebar luas, dan merusak masyarakat. Dan ingat, ini yang harus diwaspadai, Allah akan turunkan azab-Nya kepada masyarakat tersebut, baik yang shalih maupun tidak; pelaku kebajikan maupun pelaku kemungkaran; yang adil maupun yang zalim.

Perhatikan firman Allah SWT:

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya (TQS al-Anfal [8]: 25). 

Dan satu hal yang juga harus diperhatikan, meninggalkan amar makruf nahi mungkar bisa menjadi penyebab doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ

Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian benar-benar melakukan amar makruf nahi mungkar atau (jika tidak) niscaya Allah akan mengirimkan hukuman/siksaan kepada kalian (karena keengganan kalian tersebut). Lalu kalian berdoa kepada Allah, namun Dia tidak mengabulkan doa kalian 

(HR at-Tirmidzi).

Walhasil, mari kita lestraikan amar makruf nahi mungkar, meski tantangan dan hambatan menghadang. Perlu sikap sabar dan istiqamah.  Sebagaimana firman Allah SWT:

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Lakukanlah amar makruf nahi mungkar dan bersabarlah atas segala sesuatu yang menimpa kalian. Sungguh yang demikian termasuk hal-hal yang telah Allah wajibkan (TQS Luqman [31]: 17).

Sebagai penutup, mari saling mengingatkan bahwa amar makruf nahi mungkar adalah salah satu aktifitas yang hukumnya wajib dikerjakan.

 

WalLahu A'lam bisshawab

Roes
Roes Guru Pembelajar Sumenep

4 komentar untuk "Melestarikan Amar Makruf Nahi Mungkar"

  1. Mantap Ustad...ini yang saya tunggu. Kalau bisa isi rutin paling tidak 1 minggu sekali Ustad di blog ini. Saya tunggu postingan postingan berikutnya. Mudah-mudahan kita semua bisa melaksanakan Amar Makruf Nahi Mungkar...Aamiin.....dan terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bang Haji, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan

      Hapus
  2. Setuju.
    Sebagai Kabid Keagamaan dan Kerohanian diharapkan untuk mengisi siraman rohani di website BBC.

    BalasHapus
Tema atau Template Blogger Terbaik.
Template Blogger Terbaik Rekomendasi