Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Menyerupai Yahudi


Al-Qur’an secara tegas menyeru orang-orang beriman untuk melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh, tanpa membeda-bedakan ajaran yang satu dengan ajaran yang lain. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 
(QS. Al Baqarah: 208)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, Allah taala berfirman menyeru para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syariat; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan sesuai kemampuan mereka. (Tafsir Ibn Katsir 1/335).

Sebaliknya, kita haram meniru kemunafikan orang-orang Yahudi.  Seperti apa kemunafikan mereka?  Mereka biasa memilih-milih mana hukum yang akan diambil sesuai dengan seleranya.  Mirip laksana orang yang sedang makan prasmanan.  Tindakan beragama seperti ini tidak bisa diterima dalam Islam. Allah SWT berfirman:  

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ

“Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab (Taurat) dan mengingkari sebagian yang lain? Tiada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan pada siksa yang sangat berat (QS al-Baqarah [2]: 85).

Orang-orang munafik itu tak mau hukum Allah yang sempurna itu tegak di muka Bumi. Mereka tidak mau mematuhi perintah Rasul-Nya.  Mereka ingin hukum-hukum buatan manusia dijaga dan tak diganggu. Sinyal perilaku kemunafikan itu pula yang diberitahukan Allah kepada Rasulullah SAW dalam firman-Nya:

وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡا اِلٰى مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوۡلِ رَاَيۡتَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ يَصُدُّوۡنَ عَنۡكَ صُدُوۡدًا‌

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,’ (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (QS an-Nisa [4]: 61).

Kalau hari-hari belakangan kita melihat dan mendengar ada gerakan wakaf tunai,  semoga ini bukan menjadi bagian dari prasmanan terhadap hukum Allah.  Sebab ada kesan, sebagian kalangan cenderung menerima Islam yang bersifat pribadi dan keluarga,  serta memiliki nilai finansial tertentu (semisal zakat, haji, dan wakaf).

Sebaliknya, tidak mau menerima dan cenderung memusuhi ajaran Islam lainnya, seperti penerapan syariah Islam dalam bidang sosial, politik, dan hukum. Bahkan mereka yang berkomitmen dalam Islam dan menyerukannya dianggap intoleran dan radikal. 

Padahal, Islam adalah din yang sempurna. Menerapkan syariah Islam secara menyeluruh akan membawa kebaikan, karena Islam adalah solusi atas setiap persoalan yang ada. Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Kami telah menurunkan Kitab (al-Quran) kepada kamu sebagai penjelasan atas segala sesuatu; juga sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslim 
(QS an-Nahl [16]: 89).

Abdullah Ibn Mas'ud ra menjelaskan, sebagaimana dikutip oleh Al-Hafizh Ibn Katsir dalam tafsirnya,  "Sungguh Dia (Allah) telah menjelaskan untuk kita semua ilmu dan semua hal." (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-Azhim, IV/ 594). 

Meninggalkan ajaran Islam , meski hanya sebagian, tentu akan mengakibatkan kesempitan hidup. Inilah yang terjadi di Negeri-negeri Islam.  Dampak dari berpaling dari hukum-hukum Allah SWT. Padahal peringatan Allah sangat tegas:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, bagi dia penghidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).

Persoalan ekonomi kita sekarang bukan karena zakat dan wakaf belum dikumpulkan semuanya.  Tapi,  kita belum tunduk pada aturan Allah SWT secara totaltas.  Masih memilih dan memilah aturan Islam, yang dianggap enak diambil, yang dianggap tidak enak ditinggalkan.

Di tengah kondisi ujian demi ujian yang mendera Negeri-negeri Islam, mari kita kembali taat secara total kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengamalkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Roes
Roes Guru Pembelajar Sumenep

8 komentar untuk "Jangan Menyerupai Yahudi"

Tema atau Template Blogger Terbaik.
Template Blogger Terbaik Rekomendasi